Tampilkan postingan dengan label seorang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seorang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Desember 2013



Al Habib Zein Bin Sumaith ( Versi Indonesia )
( لعن المؤمن كقتله )
MELAKNAT SEORANG MUKMIN SEPERTI MEMBUNUHNYA
Itulah sabda Nabi Kita SAW.
Melaknat seorang muslim hukumnya haram dan termasuk dosa besar. Ini salah satu sifat orang munafik dan orang fasik. Haram melaknat seseorang secara individu ( disebut namanya atau ditunjuk secara perorangan ) meskipun orang kafir, kecuali kita yakin bahwa orang tersebut mati dalam keadaan kafir seperti firaun. Meskipun demikian, lebih afdhol tidak melaknat. Adapun melaknat syaithon hukumnya boleh ( karena Allah SWT telah melaknat syaithon ) akan tetapi tidak mendapatkan pahala dan lebih baik menyibukkan diri dengan memperbanyak dzikir kepada-Nya. Melaknat adalah mengusir dari rahmat Allah SWT. Orang yang membiasakan diri dengan melaknat dikhawatirkan akan menyeretnya kepada kekafiran, na’udzu billah min dzalik. Kalau sudah terbiasa melaknat, niscaya akan mencaci orang dengan kekafiran bahkan akan melaknat orang tuanya dan orang sholihin dan melaknat agama ini. Ulama berkata: “Orang yang melaknat orang lain akan terjerembab dalam jurang dosa yang besar dan dalam keadaan yang mengkhawatirkan. Laknatnya akan mencari sasaran ke kanan dan ke kiri, kalau tidak menemukan sasaran maka akan kembali kepada dirinya.
Pada zaman sekarang ini kita melihat banyak pemuda bahkan anak kecil sudah terbiasa mengucapkan kalimat yang kotor, mencela dan melaknat. La haula wa la quwwata illa billah. Betapa musibah yang sangat besar, dari mana mereka belajar itu semua. Wahai saudara-saudaraku, peringatkan anak-anak kalian jangan sampai mereka melakukan hal tersebut. Bagaimana engkau rela anak-anakmu seperti itu??? Dan engkau hanya berdiam diri saja. Engkau tidak mendidik mereka. Hatimu tidak tergerak dan tidak sedih ketika melihat mereka melakukan sesuatu yang membuat Allah murka.
Didiklah anak-anak kalian untuk bertutur kata yang bagus, jujur, terpuji dan penuh sopan santun. Jika engkau mendengar mereka berkata kotor, ingatkanlah mereka supaya tidak menjadi kebiasaan. Sehingga mereka tumbuh penuh dengan rasa takut dan pengagungan kepada Allah SWT.
وينشأ ناشأ الفتيان منا ....... على ما كان عوده أبوه
Anak-anak kita tumbuh kembang
Sesuai dengan yang dibiasakan ayahnya

ALLAH…ALLAH…..perhatikan anak-anak kalian. Mereka adalah amanat yang tergantung di leher kalian. Allah akan mempertanyakannya pada hari kiamat

Minggu, 08 Desember 2013

Menurut Tom Peters, setiap pemimpin mempunyai gaya dan bentuk kepemimpinan yang berbeda. Tiga hal yang selalu menjadi tugas utama pemimpin tidaklah selalu dapat dijalankan dengan sempurna semuanya oleh semua pemimpin. Ketiga hal ini menentukan kesuksesan pemimpin:

1. Visionary. Pemimpin yang hebat mampu memberikan inspirasi kepada bawahan
nya untuk menjadi sukses dan besar. Harapan, optimisme, dan mimpi yang digariskan dengan keyakinan menjadi visi untuk mencapai sukses bersama. Tugas utama Visionary adalah memberi arahan dan harapan kepada semua bawahannya.

2. Talent Developer. Pemimpin yang hebat mampu menciptakan anak buah yang hebat pula.Tidak mungkin orang dapat sukses hanya dengan bekerja sendiri. Semakin besar sebuah perusahaan, semakin perlu kemampuan pimpinan untuk menciptakan anak buah yang mampu bekerja maksimal. Tugas pemimpin adalah membuat setiap bawahannya bekerja sebaik baiknya dengan segala kemampuan yang ada.

3. Profit Mechanic. Menciptakan laba; pemimpin harus mampu membuat keuntungan dalam operasional perusahaan. Tanpa profit, bisnis akan mati. Tugas pimpinan mengatur supaya terjadi laba yang sesuai dengan harapan. Efisien, efektip, dan tepat kerja.

Karena pengembangan bisnis sebenarnya hanyalah berisi 3 hal: Inspirasi, ide, mimpi (Vision), Manusia (Talent) dan Uang (Profit).

Inilah ketiga hal kunci bisnis. Idealnya semua pimpinan punya ketiga hal tersebut, tetapi biasanya pemimpin punya kecendurungan hanya ke salah satu dari ketiga hal diatas. Hal ini cukup umum, walau idealnya pemimpin itu tetap awas dan mengembangkan kedua hal lainnya.
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!